online poker

P-File

Posted by: Kelvin Pratama  :  Category: Uncategorized

foto

Personal File:

Pertama perkenalan diri dulu nih. Nama lengkap saya adalah Kelvin Pratama. Saya lahir di Jakarta, pada tanggal 23 Oktober 1991. Saya merupakan anak tunggal di keluarga saya. Saya memiliki hal-hal yang saya sukai dan juga yang saya tidak suka. Saya sangat suka dengan hal yang bernama permainan. Baik itu secara nyata maupun maya. Mungkin saya bisa memberi contoh beberapa permainan yang saya suka, seperti bulutangkis, catur, futsal, basket dan lain-lainnya. Yah, memang mungkin bisa dibilang hal-hal tersebut termasuk kategori olahraga. Tetapi tetap saja menurut saya hal-hal diatas juga termasuk permainan. Ada juga hal-hal yang saya tidak suka, contohnya adalah membaca, terutama membaca sesuatu yang bertele-tele. Jika saya menemukan sesuatu hal yang rumit/kompleks, maka saya tidak akan melanjutkan bacaan tersebut. Karena selain menyakitkan mata, bacaan tersebut juga membuat pikiran menjadi jenuh dan mumet.

Saya termasuk orang yang simpel, easy-going dan santai. Saya juga tergolong orang yang pendiam di muka umum, dan lebih memilih low profile. Tapi kalo saya uda deket dengan seseorang/ sekelompok orang, saya pasti berbeda dari biasanya. Saya bakal lebih terbuka dan lebih sering ngobrol dengan mereka. Saya sangat tidak suka jika ada orang yang mendikte saya, ketika orang tersebut tidak tahu masalah apa yang sedang saya hadapi, dan juga saya sangat tidak suka orang-orang yang sok tahu, dan sok pintar, dan yang paling saya tidak suka adalah orang yang bermulut besar, khususnya jika sudah bermulut besar, orang tersebut tidak punya kemampuan apapun kecuali bicara, bicara dan bicara.

Saya juga tidak suka bila ada orang yang membentak/berbicara dengan nada tinggi kepada saya tanpa alasan yang jelas, jika ada orang yang melakukan hal tersebut, saya pasti langsung berontak dan melawan. Kecuali jika saya memang salah, yah apa boleh buat, saya pasti akan diam mendengarkan makian orang tersebut. Saya juga bisa dibilang termasuk orang yang mood-mood an. Kalo mood nya sedang baik, saya santai-santai saja dengan omongan orang-orang yang mungkin kadang kedengarannya menjengkelkan, tapi kalo lagi bad mood, bisa gawat deh, kadang saya gabisa nahan diri, dan ujung-ujungnya bisa berantem sama orang itu. Saya juga orang yang paling ngga suka diatur, apalagi kalo yang ngatur itu ga punya alesan yang kuat buat ngatur-ngatur saya. Yah saya begini juga selalu liat kondisi, kadang ada waktunya saya patuh kalo diatur, ada juga waktunya saya jalaninnya ogah-ogahan kalo diatur. Contohnya diatur jam tidur, saya pasti ga akan jalanin kalo jam tidur saya diatur. Soalnya ga terlalu masalah juga buat saya, yang penting saya bisa kuliah dengan baik, dapet nilai bagus, dan ga nyusahin siapa-siapa. Intinya yang penting segalanya berjalan baik. Saya juga ngga suka kalo dilarang ini itu. Soalnya saya termasuk orang yang ga banyak maunya, simpel-simpel aja. Kalo mau ini ya beli, itu juga jarang banget. Kalo mau ngelakuin kegiatan ya masa ga boleh, selama kegiatan itu menurut saya ngga ngerugiin diri saya, saya juga bisa bedain kok yang buruk yang mana, yang jelek yang mana, ya santai aja kali.  Kalo misalnya saya mau ini itu dihalang, pasti saya marah besar. Apalagi kalo beli sesuatu, dan itu pake uang saya. Yah suka-suka orang donk. Saya juga termasuk orang yang gampang nangkep sesuatu, maksudnya suatu ilmu ato ajaran apapun. Selama ngga kompleks dan ngeribetin, sebentar belajar pasti langsung bisa. Lalu, saya juga friendly kok, selama orang-orang bersikap baek sama saya, saya bakal bersikap baek juga sama mereka. Tapi kalo orang-orang pada belagu sama saya, ya saya juga bakalan lakuin hal sama ke mereka, bahkan bisa lebih buruk ke mereka.

Saya juga memiliki hobby. Pertama-tama, saya ngga bisa lepas dari yang namanya maen game. Bisa dibilang 1 hari tanpa game, bisa serasa seminggu dikurung. HIHIHIHI. Lagipula dari game saya juga bisa ketemu temen-temen baru. Dengan begitu, saya bisa memperluas koneksi saya di dunia ini, ngga cuma sekedar temen kampus ato lingkungan rumah aja. Tapi ya kalo pas waktunya ujian ya blajar donk. Saya juga tau diri kok. Saya juga suka sama yang namanya maen catur. Waktu smp ini olahraga otak favorit saya. Setiap pulang sekolah nunggu jemputan, saya pasti maen catur sama temen. Abisnya seru sih. Muter otak buat strategi, buat ngancurin pertahanan musuh. Saya suka banget sama permainan satu ini. Sekarang juga saya masih suka main, tapi ngga sesering dulu. Soalnya ga ada temen maen caturnya kaya waktu smp dulu. Saya juga suka sama badminton, waktu jaman sd-smp bisa setiap sore saya maen di depan rumah. Tapi sekarang udah jarang, soalnya ga ada temen maen lagi kaya waktu dulu.

Tetapi saya sadar, ternyata memang butuh bantuan orang tua dalam mengatur keseharian saya. Hal ini saya sadari, ketika masa SMA, dimana orang tua saya dipanggil karena nilai saya yang hancur berantakan. Dan ini membuat saya malu pastinya. Setelah didikte oleh kepala sekolah dihadapan orang tua saya, saya bisa menyadari bahwa ada kelemahan dalam time management yang saya miliki. Sejak saat itulah, saya mulai mengerti dan menuruti kata-kata orang tua saya, walaupun kadang menjengkelkan.

Saya juga akan menceritakan beberapa pengalaman saya yang berkesan dalam hidup saya. Waktu di SMP kelas 2, sekolah saya mengadakan acara camping ke Pondok Halimun, Sukabumi. Memang hal pertama yang ada dipikiran saya, camping itu mengasyikan. Tetapi saya juga ada sedikit keraguan, apakah saya bisa menetap disana selama 3 hari 2 malam, tanpa bantuan orang tua. Soalnya, waktu itu saya pikir saya termasuk orang yang kurang bisa hidup mandiri. Sewaktu tiba disana, ternyata memang seru. Banyak sekali pengalaman yang bisa saya dapatkan, seperti tahu bagaimana rasanya hidup di alam bebas, bersama teman-teman 1 sekolah. Dan secara tidak langsung saya juga belajar hidup mandiri, karena jika saya terlihat terlalu bergantung kepada orang lain, bisa-bisa saya diejek temen yang lain, kan gengsi. Bukan Cuma itu, selama camping juga kita dilatih bagaimana melatih kerjasama dalam 1 tim. Disana kita diharuskan membuat, yel-yel setiap regu, bukan hanya itu, kita juga berlomba dengan regu lainnya untuk mencapai pos terakhir terlebih utama. Setelah pulang dari camping tersebut, saya bisa menyadari bagaimana pentingnya kerjasama dalam tim, dan juga saya dengan tidak sengaja belajar bagaimana cara hidup mandiri, ketika hidup dialam bebas bersama teman-teman saya.

Poin-poin yang ada pada diri saya:

-          Simple, easy going dan santai

-          Tidak suka membaca, khususnya hal-hal yang ribet

-          Pada awalnya saya sangat susah diatur, namun setelah mendapatkan nilai buruk saat sekolah, saya sedikit demi sedikit belajar mendengarkan pendapat dan saran orang lain

-          Awalnya saya susah kurang paham mengenai hidup mandiri, namun setelah ikut camping tersebut saya bisa lebih paham cara merawat diri sendiri

-          Awalnya saya termasuk orang yang lebih suka melakukan sesuatu sendiri, namun setelah ikut camping saya mengetahui bagaimana menyenangkan bila melakukan sesuatu bersama-sama

-          Mudah belajar mengenai sesuatu

-          Pendiam

-          Friendly

The Last Lecture

Posted by: Kelvin Pratama  :  Category: Uncategorized

Untuk renungan kali ini, saya memilih tema “The Last Lecture”, yang juga merupakan sebuah buku yang menceritakan kehidupan seorang profesor, Randy Pausch.Randolph Frederick “Randy” Pausch adalah seorang profesor ilmu komputer Amerika dan interaksi manusia-komputer dan desain di Carnegie Mellon University (CMU) di Pittsburgh, Pennsylvania.Pausch mengetahui bahwa ia terkena kanker pankreas terminal pada bulan September 2006. Mungkin, manusia pada umumnya akan merasa sangat terpukul dan putus asa ketika divonis terkena kanker, dan usianya hanya sekitar 3 bulan. Namun tidak demikian dengan Randy Pausch. Ia tetap tegar dan percaya diri menghadapi hidupnya.Ia menceritakan kisah masa kecilnya, pelajaran penting yang ia ingin anak-anaknya tahu, dan mimpi-mimpinya ketika kecil, juga usaha-usahanya sehingga ia bisa mencapai mimpinya.Ia juga menyebutkan adanya tembok penghalang dikehidupan kita. Tetapi dia berani dan mau berusaha sehingga tembok penghalang tidak akan menghentikan segala keinginannya dan cita-citanya di dunia ini.

Setelah melihat profil dari seorang Randy Pausch, ada beberapa hal yang bisa saya ambil. Pertama, janganlah menyerah terhadap keadaan hidup yang kita alami. Memang hidup terkadang pahit, terdapat cobaan yang sangat ringan hingga yang sangat berat. Namun kita harus bisa bertahan dan mensyukuri hidup saat ini. Terkadang manusia sering merasa putus asa dan pasrah dengan kehidupannya. Kita harus tahu bahwa hal itu salah, hidup memang sulit tapi kita bisa bertahan, yaitu tergantung bagaimana kita mengaturnya. Ibarat seorang pemain kartu, dimana kita tidak bisa mengubah kartu yang telah dibagikan bandar, tetapi bagaimana cara kita memainkan katu tersebut.

Kedua, manusia harus mempunyai mimpi. Dengan memiliki mimpi/impian, tujuan hidup kita bisa ter-arah, sehingga kita bisa hidup berjalan di satu jalan yang pasti, bukan berjalan di jalan yang mengikuti arah angin. Dengan bermimpi, orang juga bisa menghasilkan sesuatu yang baru dan berguna bagi orang lain.

Ketiga, raihlah mimpi-mu. Mimpi yang hanya angan-angan, tidak akan tercapai tanpa adanya tindakan dan kemauan yang keras. Seseorang yang hanya bermalas-malasan, tetapi mempunyai mimpi, tidak akan menjadi kenyataan. Orang tersebut hanya akan membayangkan sesuatu yang semu, yang tidak akan pernah menjadi kenyataan. Oleh karena itu, berusahalah walaupun terkadang kita merasa lelah dan hampir menyerah, rasa-rasa tersebut hanyalah penghalang bagi kita, dan penghalang tersebut bukanlah apa-apa jika kita bisa mengendalikan diri dan melewatinya.

Hasil goal setting

Posted by: Kelvin Pratama  :  Category: Uncategorized

Berikut ini adalah hasil dari planning saya yang telah dibuat sejak 2 minggu yang lalu, yaitu saya berniat meningkatkan kemampuan saya mendengar pembicaraan dalam bahasa inggris, dengan menonton film. Walaupun tidak setiap hari, tetapi kadang saya menyempatkan waktu untuk menonton film tanpa menggunakan bantuan teks/subtitle. Memang, film seri yang saya tonton belum sempat saya tonton hingga akhir, karena ada beberapa episode yang cukup sulit pembendaharaan katanya, dan membutuhkan waktu lebih untuk bisa memahaminya. Episode-episode awal, saya masih bisa mengikuti alur cerita, karena bahasa yang digunakan tidak terlalu berat, dan saya bisa memahami garis besar permasalahan yang ada. Ketika mencapai episode tengah, ada beberapa scene/adegan yang saya tampilkan subtitlenya, karena saya merasa tidak mengerti atas apa yang diucapkan, setelah itu saya mencari kata yang tidak saya mengerti di dalam kamus, dan pada akhirnya saya bisa mengerti atas apa yang dibicarakan. Hasil dari latihan tersebut yaitu, saya merasa lebih mudah mengerti saat seseorang mengucapkan kalimat/berbicara dalam bahasa Inggris. Memang, saya merasa masih ada kekurangan yang cukup besar. Saya masih memerlukan latihan yang lebih dengan mendengarkan musik, mendengar pidato dan menonton film yang menggunakan bahasa Inggris. Secara keseluruhan, saya rasa reflek/pendengaran saya atas pembicaraan dalam bahasa inggris sedikit meningkat, dan saya rasa sesuai dengan target yang ditentukan dan direncanakan.

Kerjakan Saja

Posted by: Kelvin Pratama  :  Category: Uncategorized

Renungan kali ini saya ambil berdasarkan materi yang telah diberikan kepada saya, yaitu materi yang berjudul Kerjakan Saja. Setelah mendengarkan materi tersebut,saya bisa memahami bahwa kita harus untuk berani melakukan sesuatu. Memang mungkin kita memiliki keraguan dalam melakukan hal-hal tertentu. Memang, hal yang asing dan belum pernah kita lakukan sebelumnya akan membuat kita ragu melakukannya, dan jika keraguan yang ada terlalu tinggi, maka hal tersebut hanya akan menjadi ingatan/impian semata.

Ada sedikit hal yang pasti di dunia ini, dan satu hal yang pasti, BILA ANDA TIDAK MENCOBA MELAKUKAN SESUATU, ANDA TIDAK AKAN MENCAPAI APAPUN, melainkan kehampaan dan ketiadaan. Kita juga sering kali mundur karena keraguan/ takut untuk gagal, dan gagal memang sebuah kemungkinan, tetapi kita harus tahu bahwa KEGAGALAN AKAN MENJADI KEPASTIAN, JIKA ANDA TIDAK MENCOBA MELAKUKAN HAL YANG DIINGINKAN.

Kita juga sebaiknya melakukan hal yang memiliki kemungkinan berhasil yang kecil, dan tentu saja semua itu harus didasarkan pikiran dan akal yang sehat. Mungkin juga sebagian dari kita ada yang menunda-nunda pekerjaan, nah mulai sekarang sebaiknya kita tidak melakukannya lagi, karena hidup hanya sekali, waktu tidak bisa diputar kembali, dan hidup ini singkat. Dengan mengerjakan sesuatu, kita akan mendapatkan sesuatu. Walaupun hal yang kita jalani itu pernah membuat kita kecewa, atau bahkan menguras waktu dan tenaga, tetap lakukan hal tersebut. Memang kita akan kehilangan sesuatu, namun kita akan memperoleh pengalaman/hal lain yang lebih menarik dan lebih baik dalam hidup kita. Dengan mengerjakan pula, kita bisa tahu mana yang baik dan buruk, dan juga hal apa yang dapat kita lakukan bila kita menemukan masalah yang serupa di masa depan.

Mengerjakan sesuatu juga harus dengan semangat, jika tidak pekerjaan akan membosankan dan menyiksa diri kita. Oleh karena itu, marilah kawan-kawan kita semua melakukan apapun yang mungkin kita lakukan, selama tindakan yang kita lakukan dilakukan berdasarkan pemikiran yang sehat dan tidak merugikan siapapun. Marilah kita semua membuat perbedaan dalam hidup kita, capai impian kita dan dengan mengerjakan kita akan bahagia.

SMART planning

Posted by: Kelvin Pratama  :  Category: Uncategorized

Untuk pertemuan kali ini, kami juga diberikan tugas untuk membuat perencanaan yang “SMART” untuk kita, agar kita bisa meningkatkan kemampuan/skill dalam diri kita dengan baik.

Saya merencanakan untuk meningkatkan kemampuan saya mendengar kalimat/pembicaraan dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menonton film seri yang baru saja saya beli beberapa hari yang lalu, tanpa menggunakan bantuan teks/subtitle. Saya akan menonton film tersebut dalam jangka waktu kurang lebih 2 minggu. Saya berharap kemampuan saya bisa meningkat kira-kira 10-15%, karena saya tahu untuk meningkatkan kemampuan terhadap sesuatu akan memerlukan waktu yang lama dan dengan latihan yang teratur.

Menurut saya:

Spesifik-kah? Saya rasa cukup spesifik, karena tujuan yang dimaksud cukup jelas

Measurable-kah? Saya rasa demikian, karena saya bisa mengukur kemampuan saya nantinya dengan menonton film lain tanpa menggunakan bantuan

Attainable-kah? Ya, karena saya sangat tertarik untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris saya

Reachable-kah? Ya, karena saya percaya bahwa pekerjaan yang dijalani dengan niat yang baik, akan menimbulkan hasil yang baik

Timely-Bound-kah? Ya, karena peningkatan yang ditargetkan tidak terlalu berat

Komentar dari teman:

Andry Rinaldi:

Saya rasa perencanaan yang telah dibuat Kelvin memenuhi kategori SMART, karena target yang dimaksudkan tidak terlalu tinggi dan saya juga sering bekerja kelompok dengan Kelvin saat mata pelajaran Bahasa Inggris, dan saya tahu kemampuan bahasa Inggris Kelvin cukup baik dan juga saya rasa Kelvin bisa mencapainya dengan cukup mudah…

Chandra Winata:

Saya rasa Kelvin bisa mencapai target yang telah direncanakan, soalnya saya rasa Kelvin cukup bagus bahasa Inggrisnya, saya bisa tau soalnya saya juga sering nanya soal Bahasa Inggris waktu di kelas, dan jawaban yang dikasih biasanya bener.

Viktor Frankl

Posted by: Kelvin Pratama  :  Category: Uncategorized

Untuk renungan kali ini, kami dijelaskan tentang seorang tokoh psikiater yang bernama Victor Frankl. Untuk lebih jelasnya saya akan membahas sedikit tentang Victor Frankl.

Viktor Emil Frankl, M.D,PH.D adalah seorang neurolog dan psikiater. Frankl adalah pendiri Logoterapi dan Analisis Eksistensial,”Aliran Wina ketiga” dalam psikoterapi. Frankl dilahirkan di Wina, Austria. Minat Frankl terhadap psikologi muncul sejak ia masih muda. Untuk ujian akhir (Matura) di SMA ia menulis sebuah makalah tentang psikologi pemikiran filsafat. Setelah lulus dari SMA pada 1923, ia belajar kedokteran di universitas Wina dan kemudian mengambil spesialisasi dalam neurologi dan psikiatri. Dari 1933 sampai 1937 ia memimpin apa yang dinamakan “Selbstmörderpavillon” (pavilyun bunuh diri) di Rumah Sakit Umum di Wina dan dari 1937 hingga 1940 ia melkaukan praktik pribadi dalam psikiatri. Dari 1940 sampai 1942 ia memimpin departemen neurology dari Rumah Sakit Rothschild. Pada saat itu, rumah sakit ini adalah satu-satunya yang masih tersisa di Wina yang diizinkan menerima pasien Yahudi. Pada Desember 1941 ia menikah dengan Tilly Grosser. Pada musim gugur 1943 ia, his istrinya dan orangtuanya dideportasi ke kamp konsentrasi di theresienstadt. Pada 1944 ia dipindahkan keAuschwitz dan belakangan ke Kaufering dan Turkheim, dua kamp konsentrasi yang berdekatan dengan KZ Dachau. Ia dibebaskan pada 27 April 1945 oleh tentara AS.

Pada tahun 1945 ia menulis bukunya yang terkenal di seluruh dunia yang berjudul “Ein Psychologe erlebt das Konzentrationslager” (terjemahan harafiahnya: “Seorang Psikolog Mengalami Kamp Konsentrasi”; Terjemahan bahasa Inggrisnya: Man’s Search for meaning atau, “Manusia mencari Makna”). Dalam buku ini ia berusaha secara obyektif menggambarkan kehidupan seorang tahanan biasa dikamp konsentrasi dari perspektif seorang psikiater. Pada 1946 ia ditunjuk untuk mengelola Poliklinik neurology Wina, dan ia bekerja di situ hingga 1971.

Pada tahun-tahun setelah perang, Frankl menerbitkan lebih dari 30 buah buku dan menjadi terkenal terutama sebagai pendiri logoterapi. (Logos dalam bahasa yunani berarti “kata”, “nalar”, “prinsip”; dan terapi dari bahasa Yunani Θεραπεύω, berarti “aku menyembuhkan”.) Ia memberikan kuliah dan seminar-seminar di seluruh dunia serta memperoleh 29 gelar doktor kehormatan. beliau meninggal dunia pada 2 September 1997, di Wina.

—————————————————————————————————————————————————————–

Saya tertarik dengan salah satu kutipan yang diambil dari salah satu buku Viktor yang berjudul Man’s Search for Meaning yaitu,

“Kami yang hidup di kamp konsentrasi dapat mengingat ketika orang-orang yang berjalan melalui gubuk-gubuk untuk menghibur orang-orang yang lain, mengorbankan potongan roti mereka yang terakhir. Jumlah mereka mungkin sedikit, tetapi itu sudah cukup bukti bahwa segala sesuatu dapat direnggut dari manusia kecuali satu hal, kebebasan terakhir manusia – kebebasan untuk memilih sikapnya sendiri dalam keadaan apapun, kebebasan untuk memilih caranya sendiri.”

Dari kutipan diatas, kita bisa melihat bahwa setiap manusia yang baik adalah manusia yang saling menolong sesama dalam kondisi apapun, baik itu susah maupun senang. Manusia yang sedang kesusahan dan merasa sedih, akan merasa senang jika kita menolongnya saat ia memerlukan pertolongan. Memang kita bisa melihat, bahwa jumlah orang yang masih peduli terhadap sesama,sudah semakin berkurang jumlahnya. Namun, kita lebih baik termasuk diantara orang-orang yang masih peduli terhadap kawan kita, karena kita juga diciptakan oleh Tuhan kita untuk saling membantu saudara-saudara kita yang mungkin tidak satu darah dengan kita. Kita juga harus mengetahui, bahwa kebebasan setiap orang di dunia ini tidak bisa direbut oleh siapapun, karena jiwa manusia adalah sebuah “benda” yang bebas dan hanya bisa dikendalikan oleh manusia itu sendiri.

————————————————————————————————————————————————————-

Forgiveness is God’s Command

Posted by: Kelvin Pratama  :  Category: Uncategorized

Karena renungan kali ini diputuskan untuk mengambil sebuah kutipan dan merenungkannya, saya memutuskan untuk memilih kutipan/quotes “Forgiveness is God’s Command” oleh Martin Luther.

Dari kutipan di atas kita bisa melihat, bahwa Tuhan yang telah menciptakan kita di dunia ini, sangat ingin kita mengasihi sesama  kita dan juga saling mencintai satu dengan yang lainnya. Kita harus bisa memaafkan orang-orang yang telah bersalah kepada kita, seberapapun besar itu kesalahannya, karena Tuhan berkehendak demikian. Jika kita tidak bisa memaafkan sesama kita, berarti kita membantah perintah Tuhan, pencipta kita, dan kita juga tahu bahwa Tuhan akan marah jika kita tidak menuruti perintahnya. Memang, ada beberapa dari kita yang mungkin sangat membenci seseorang, atas perbuatan yang telah dilakukan orang tersebut. Akan tetapi, alangkah baiknya jika kita memaafkan dia, apalagi jika ia telah memohon dengan sangat kepada kita.

Lagipula, jika kita tidak memaafkan orang tersebut, tidak ada untungnya juga buat kita, sebab kita tidak memperoleh apapun dengan tetap memusuhinya. Kita juga harus tahu, bahwa seseorang tidak memiliki kesempurnaan, sehingga mungkin saja setiap orang membuat kesalahan dalam hidup mereka, dan termasuk orang yang kalian benci atau kalian musuhi. Mungkin saja dia telah membuat kesalahan dalam hidup mereka yang mereka sesali dan oleh karena itu mereka memohon pengampunan dari kalian. Ampunilah mereka, dengan demikian kalian akan mendapatkan pahala yang lebih besar, dan dengan mengampuni berarti kalian mendapatkan lagi seorang teman yang tadinya kalian musuhi. Hidup akan sangat indah jika kita saling memaafkan, dan tidak ada hidup yang lebih indah, selain hidup penuh cinta, rasa damai dan saling mencintai diantara satu manusia dengan manusia lainnya. Kawan-kawan sekalian, marilah kita berpikir dengan lebih jernih dan lebih dewasa, memaafkan merupakan sebuah keindahan, dengan memaafkan rasa bersalah seseorang bisa kita hilangkan, rasa benci kita bisa dihilangkan dan terganti dengan rasa tenang dan rasa damai. Marilah kawan-kawan, berdamai dan saling memaafkan!

Outliers..

Posted by: Kelvin Pratama  :  Category: Uncategorized

Outliers merupakan sebuah buku non-fiksi yang ditulis oleh Malcolm Gladwell dan diterbitkan oleh Little, Brown and Company pada tanggal 18 November 2008. Buku ini menceritakan bahwa tingkat kejeniusan / IQ seseorang tidak mempengaruhi kesuksesan seseorang. Bahkan, orang yang memiliki IQ yang tinggi, kebanyakan memperoleh kesuksesan yang dangkal. Malcolm juga menceritakan bahwa rata-rata pemain yang handal bukan dikarenakan tingkat keberuntungan dari orang tersebut, tetapi dikarenakan faktor tanggal dan bulan lahir. Malcolm juga mengajak kita untuk berpikir bahwa sukses karena bekerja keras tidaklah cukup, tetapi kita juga harus bisa mengambil peluang/kesempatan yang ada.

Kita bisa saja melihat buku Malcolm sebagai salah satu pandangan hidup kita terhadap kehidupan di dunia ini. Tetapi, segala sesuatu yang hanya dilihat dari satu pandang saja akan menghasilkan kesimpulan yang tidak sempurna. Mungkin Malcolm berpendapat faktor keberuntungan sangat mempengaruhi kesuksesan manusia, mungkin memang hal ini mempengaruhi kesuksesan kita, tetapi kita juga harus mengerti bahwa tanpa adanya perjuangan terhadap sesuatu, maka kita tidak akan pernah mendapatkan apapun dalam hidup kita. Jadi kita seharusnya lebih berpikir secara realistis, dengan memikirkan bahwa jika kita hanya mengandalkan keberuntungan atau nasib, kita tidak akan bisa mencapai segala yang kita inginkan. Karena saya memiliki keyakinan, keberuntungan seseorang tidak akan menjadi sebuah keberuntungan bagi orang tersebut, jika orang tersebut tidak memiliki keinginan, kemauan dan kerja keras untuk memanfaatkan keberuntungan yang dia peroleh.

Berterimakasihlah Kepada Orang-Orang yang Telah Mempengaruhi Hidup Kamu

Posted by: Kelvin Pratama  :  Category: Uncategorized

Untuk renungan kali ini saya memilih judul di atas, karena setelah menyaksikan materi pertemuan kali ini, saya bisa memahami bahwa berterima kasih kepada seseorang, yang mungkin kadang merupakan hal sepele bagi kita, bisa sangat luar biasa bermakna bagi orang lain.

Untuk pertemuan kali ini, saya telah menyaksikan cerita yang menceritakan seseorang yang bernama Barbara Glanz. Beliau sering mengadakan “Workshop” dan Pidato dibeberapa tempat. Beliau sering meminta para penontonnya untuk memikirkan seseorang di dalam hidup mereka yang menyalakan kembali cahaya batin mereka. Karena menurutnya, itu selalu merupakan pengalaman yang mendalam bagi setiap orang saat mereka mengingat kesenangan yang mereka terima dari dihargai oleh seseorang ketika mereka yang paling membutuhkannya.

Suatu hari, setelah dia selesai menyampaikan Pidatonya, seorang pria, yang bernama John, datang kepadanya. Dia berterima kasih kepada Barbara karena telah bisa menciptakan kesadaran di dalam dirinya. John mengingat gurunya sewaktu dia kelas 8, yang telah mengubah hidupnya. Setelah itu, John memutuskan untuk mencarinya, dan ingin mengucapkan terima kasih kepadanya. Beberapa bulan kemudian, John menelepon Barbara dan mengatakan bahwa ia telah mengirim surat kepada gurunya. Setelah gurunya menerima surat John, minggu berikutnya ia membalas surat dari John tersebut. Guru tersebut berkata,

“Dear John, kamu tidak akan pernah tahu betapa berartinya suratmu untukku. Aku berumur 83 tahun sekarang, aku tinggal sendirian. Teman-temanku dan keluargaku telah pergi. Aku telah mengajar selama 50 tahun, dan surat “Terima Kasihmu” lah yang pertama kali aku terima dari seorang murid. Kadang, aku bertanya-tanya mengenai apa yang telah aku lakukan terhadap hidupku. Aku akan selalu membaca dan membaca lagi suratmu sampai hari dimana aku meninggal dunia.”

Teman-teman sekalian, dari cerita di atas kita bisa melihat, bagaimana bahagianya guru tersebut, setelah menerima surat ucapan terima kasih dari muridnya, John. Hal tersebut juga berlaku di kehidupan kita sehari-hari. Mungkin ucapan terima kasih hanyalah hal sepele dan tidak penting bagi beberapa orang, dan mungkin ada beberapa dari kita enggan untuk mengucapkan terima kasih kepada orang lain. Sebaiknya kita menghindari hal tersebut, karena orang yang telah melakukan sesuatu untuk kita, dan kita tidak mengucapkan terima kasih atas tindakannya tersebut, bisa mengakibatkan orang tersebut merasa tidak dihargai, dan juga merasa tidak dianggap kerja keras dan keberadaannya.

Mungkin juga ada beberapa dari kita, yang ingin mengucapkan terima kasih, tetapi kita merasa malu untuk mengucapkannya. Alangkah baiknya kita menghindari perilaku demikian, sebab kita harus tahu bahwa berterima kasih adalah hal yang sangat luar biasa bagi orang yang diucapi. Oleh karena itu, marilah teman-teman sekalian, kita lebih baik mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa bagi kita, karena dengan demikian, orang-orang yang telah bekerja untuk kita, akan merasa senang dan merasa dihargai usaha mereka dan kerja mereka. Hindarilah bertindak cuek, egois dan tidak peduli dengan bantuan yang diberikan orang lain, karena dengan melakukan tindakan demikian, bisa membuat orang lain menjadi sedih dan marah terhadap kita.

Jangan Lewatkan Segala Kesempatan Yang Ada

Posted by: Kelvin Pratama  :  Category: Uncategorized

Untuk renungan kali ini, kita bercermin dari kisah yang menceritakan 3 orang ayah yang berkelana mencari peruntungan, karena mereka adalah keluarga yang miskin, dan membutuhkan makan. Ditengah perjalanan mereka, terjadilah sebuah keajaiban. Tiba-tiba ada suara dari langit yang berkata, “Ambilah batu sebanyak mungkin dan bawalah batu tersebut bersama kalian seharian, nantinya sebagian dari kalian akan merasa sangat senang dan sebagiannya lagi akan merasa sangat sedih”. Diantara ketiga orang tersebut, yang satu hanya membawa sedikit batu, yang satunya lagi membawa lebih banyak sedikit, dan yang satunya lagi mengumpulkan batu yang sangat banyak sampai-sampai dia sulit untuk membawanya.

Setelah ketiga orang tersebut mengumpulkan batu, mereka berjalan membawa batu tersebut bersama mereka. Setelah sekian lama berjalan, orang ketiga – yang membawa batu paling banyak merasa kelelahan. Kedua temannya hanya menertawakan dan menyuruhnya untuk membuang batu tersebut. Tapi dia tidak menghiraukan teman-temannya dan terus membawa batu tersebut. Setelah setengah hari, orang tersebut semakin kelelahan dan mulai sulit berjalan. Tetapi dia tetap bertekad untuk membawa batu tersebut bersamanya. Setelah mereka berjalan seharian penuh, akhirnya mereka memutuskan untuk membuka kantung yang berisi batu tersebut.

Orang yang membawa batu paling berat ternyata mendapatkan keajaiban. Batu yang ia bawa berubah menjadi berlian, yang sangat banyak jumlahnya. Dia merasa sangat senang dan kedua temannya hanya bisa menangis dan menyesal karena mereka tidak membawa batu sebanyak-banyaknya.

Dari kisah diatas, kita bisa mengambil sebuah makna, dimana kita sebaiknya kita memanfaatkan segala kesempatan yang diberikan, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita dapatkan dari kesempatan yang ada tersebut. Kesempatan yang ada dalam hidup kita, belum tentu akan datang dua kali. Apalagi kesempatan tersebut ternyata sangat bagus dan langka. Jika kita telat mengambil dan memanfaatkannya, kesempatan yang ada akan hilang dan diambil dan dimanfaatkan oleh orang lain. Oleh karena itu, teman-teman sekalian, akan sangat baik bila kita tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepada kita, sebab setiap kesempatan apapun yang kita tolak, berarti kita membuang sebuah kemungkinan bagi kita untuk sukses. Kita harus bisa menghargai kesempatan yang ada dengan mengambilnya dan memanfaatkan waktu yang ada se-efektif mungkin.